Setiap pertemuan selalu meninggalkan kisah tersendiri, entah
bahagia atau menyedihkan. Pertemuan yang
terjadi antara aku dengannya adalah pertemuan yang tak pernah aku fikirkan
sebelumnya hingga kini ia bisa menjadi seorang sahabat. Laki-laki yang selalu mengajakku
berdebat untuk hal-hal yang pada dasarnya hanya sekedar gurauan, berujung pada
rasa suka yang akhirnya hanya mampu aku pendam. Perdebatan yang selalu aku
rindukan ketika melihat bagaimana ia berusaha mempertahankan setiap argumennya
hanya karna tidak ingin kalah denganku. Selalu berdebat ketika bertemu, selalu
berdebat ketika di dalam sebuah chat. Banyak hal yang tidak aku duga ketika
kamu mengatakan padaku tentang perasaan yang kamu miliki padaku dibalik
perdebatan kita selama ini. Perlahan perdebatan itu berubah menjadi rasa
peduli, rasa ingin selalu memberi kabar dan mengharapkan pertemuan. Aku tau
kamu masih berusaha agar perdebatan yang selama ini kita lakukan agar tetap
terjadi sekedar menutupi semua rasa yang ada. Kamu laki-laki yang menyayangiku
dengan cara yang berbeda. Kamu sosok sahabat laki-laki yang begitu keras dan dalam
berbicara pun dengan logat jawatimuran yang begitu “ceplas-ceplos” sangat jauh
berbeda denganku yang terkadang untuk berbicara denganmu saja aku masih mencoba
berhati-hati. Rasa suka yang hadir di dalam persahabatan ini apakah sesuatu
yang salah ? tak kutemui jawaban itu pada hati kecilku sendiri. Aku menyimpan
rapi semua percakapan kita di dalam sebuah chat, dan aku sering membacanya
berulang kali sekedar meyakinkan diriku bahwa yang kamu katakan padaku bukanlah
sebuah lelucon. Namun, mengapa tiba-tiba kamu menghilang setelah mengatakan
semuanya padaku ? Apakah kamu hanya sekedar mempermainkanku dan akhirnya
persahabatan yang telah ada menjadi hancur ? aku membenci sikapmu yang selalu
menyimpulkan semuanya sendiri sehingga terkadang kamu sering berpikir menurut
anggapanmu sendiri tanpa mencoba menanyakan padaku dan menjelaskan arti
perubahanmu itu. Jika memang kepergianmu karena kesalahan yang tidak aku ketahui
ataukah hal-hal yang membuat sakit, bisakah kamu mengatakannya padaku tanpa
harus menjauhiku ? Jika memang kamu ingin membunuh perasaan yang sempat ada di
dalam hatimu itu, tolong jangan hancurkan persahabatan ini juga.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar