Rabu, 03 Juni 2015

Aku Tak Bisa Memiliki

"Aku cemburu kalau ada yg deketin kamu"
"Siapa emang yang deketin aku"
"Ya pasti adalah, gk mungkin gk ada"
"Kalaupun ada, mungkin mereka cuman iseng"
Sekilas percakapan kita yang masih aku ingat. Rasanya aku sudah mulai kehilangan kamu. Kamu yang mampu membuatku tertawa, nyaman dan lupa bahwa sebenarnya aku sedang terluka. Apakah memang nyaman yg juga sempat kau rasakan kini berubah menjadi benci dan bahkan telah hilang ? Apakah memang kamu seperti mereka yang sekedar iseng mendekatiku ? Jika memang begitu terimakasih untuk segala kekonyolanmu, tingkahmu yang membuatku merasa geli dan tertawa tiada henti :') . Entah apa yang ada di pikiranmu sekarang tentangku, apakah kau berpikir aku perempuan yang dengan mudah suka pada siapapun ? Iya ? engkau berpikir seperti itu ? atau jangan-jangan ada seseorang yang mempengaruhimu sehingga kau berpikir seperti itu ? Kau salah. Kau selalu menyimpulkan semuanya sendiri. Mungkin memang kamu sama seperti mereka yang mudah suka namun mudah juga jenuh. Pernyataan terakhir yang kau katakan adalah bahwa kau merasa nyaman bersahabat denganku, entah kau mengatakannya lewat hatimu ataukah sekedar ucapan saja. Tapi, ada hal lain juga yang aku lupa bahwa kau tidak hanya memiliki teman perempuan sepertiku. Mungkin sekarang kau sedang jatuh cinta pada yang lain, tapi bukan berarti kau harus menjauhiku. Percayalah, aku mampu untuk tersenyum lebar jika kau memang benar-benar telah jatuh cinta (lagi). Simpan saja perasaaan yang pernah ada. Aku gagal menemukan laki-laki yang berjuang untukku. Aku tidak tahu harus menemui laki-laki itu dimana. Aku tak percaya pada mereka yang selalu iseng mendekatiku, menunjukkan gelagat yang tak serius sama sekali. Aku membenci nasibku yang seperti ini. Aku memang tak akan bisa memilikimu seutuhnya. Jadi, aku hanya bisa memberikan apa yang aku mampu sama kamu sebelum kamu benar-benar menemukan wanita terbaik dalam hidupmu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar