Kamis, 21 Januari 2016
Seseorang yang pernah ku panggil "AGR"
Hari ini adalah hari ulang tahunmu. Siapa yang menjadi pengucap pertama di tahun ini ? Sudah pasti bukan diriku lagi. Iya tahun2 sebelumnya aku selalu bertahan menahan kantukku agar tidak tertidur saat pukul 00.00 pada tgl 22 januari hanya sekedar menjadi pengucap pertama utk seorang kekasih yang pernah ku sebut "AGR". Tidak ada kejutan yang bisa ku beri ditahun ini untukmu. Entah bagaimana keadaanmu sekarang, aku berharap kamu bisa lebih baik lagi dan berhenti dari segala permainanmu. Nama AGR pernah menjadi spesial dalam hidupku dan juga kenangannya. Namun, kini tidak lagi ku temukan sosok AGR dalam dirimu. Biarkan saja sosok itu hilang bersama kepergianmu menuju dunia barumu. Dunia yg sangat aku takuti untuk berada di dalamnya. Perempuan cantik yang datang bergantian menghampirimu seolah membuat lupa akan adanya aku yg pernah mengisi hari-harimu dulu. Banyak perjuangan yang akhirnya aku hentikan hanya karna setiap ucapanmu yang merasa tidak pernah bahagia denganku. Menemanimu dari nol hingga km meraih semuanya adalah kebanggaan tersendiri untukku. Perempuan2 itu memang sudah tercipta diatas sana untuk menyambut kesuksesanmu sehingga membuatmu lupa akan keberadaanku yang telah berjalan mendampingimu diantara banyaknya jalan yang berbatu dan terjal. Kamu sebut pertemuan dengan mereka adalah sebuah kesempatan, iya kamu benar kesempatan untuk kehilangan aku dan tidak akan pernah menemukan seseorang sepertiku lagi. Aku mempertahankan apa yang telah kita lewati hingga sejauh ini meski aku tau ini sulit dan sia2 hingga pada akhirnya aku mengalah demi perempuan2 yang km temui diatas sana. Untuk seseorang yang pernah dengan bangga aku panggil "AGR" , jika memang akhirnya bukan aku yang akan kamu temui dalam kebahagiaanmu kelak, aku ikhlas melepasmu demi mereka yang kau percaya tak kan mengecewakanmu sepertiku dan mampu merawat lukamu. Tetapi, jika pada akhirnya mereka tidak seperti yang kamu harapkan, percayalah kehilangan seseorang yang pernah memperjuangkanmu tanpa memikirkan kebahagiaannya sendiri sampai ia harus mengalah utk pergi jauh dan tak kembali hal itu jauh lebih menyakitkan ketika waktu telah menyadarkanmu (nanti) dan semua menjadi terlambat utk diperbaiki. Ini aku, yang pernah menjadi kekasihmu selama 4tahun, yang sempat menjadi perempuan tolol hanya demi mempertahankan "kita".
Langganan:
Komentar (Atom)